Arsip Penulis

Kawasan Lawehan Penampehan

Posted: April 23, 2011 in Wisata

Lawehan adalah air terjun yang merupakan salah satu potensi wisata Kabupaten Tulungagung. Berada di Dusun Turi, Desa Geger, Kecamatan Sendang. ±25 km arah barat dari pusat kota Tulungagung, yang merupakan bagian dari Lereng Wilis dengan ketinggian ±1.200 m di atas permukaan air laut.

Untuk menuju lokasi harus berjalan kaki ±3 km melewati indahnya panorama perbukitan, dan sembilan kali menyeberangi sungai di hutan yang masih perawan. Karena khasnya jalan menuju obyek ini, yang naik turun, licin, curam dan menerobos semak belukar, maka sangat cocok bagi mereka yang suka tantangan dan pecinta alam. Apalagi di sekitar air terjun banyak tumbuh tanaman anggrek yang masih langka.

Menurut kepercayaan penduduk setempat, daerah ini dikuasai oleh Mbok Roro Dewi Gangga, Mbok Roro Cemethi, Mbok Roro Wilis, dan Mbok Roro Endang Sampur.

Penduduk setempat meyakini, Barang siapa yang mandi di air terjun ini akan sembuh dari penyakitnya.

Tidak jauh dari air terjun Lawehan terdapat Candi Penampehan yang berada di Desa Geger. Untuk sampai ke candi, bisa menggunakan kendaraan roda empat. Bangunan candi dilindungi oleh pohon Kalpataru. Selain itu juga terdapat Goa Tan Tek Sue dan perkebunan durian “Bajul” yang melengkapi daya tarik Kawasan Lawehan Penampehan.

Link: http://tulungagung.go.id/index.php/potensi-daerah/obyek-wisata/402-kawasan-lawehan-penampehan

Pantai Sidem

Posted: April 23, 2011 in Wisata

Pantai Sidem adalah salah satu perkampungan nelayan yang ada di Kabupaten Tulungagung. Sebenarnya merupakan terusan dari Pantai Popoh. Pantai in sangat cocok untuk Anda yang menyukai keindahan dan keheningan.

Lokasi pantai ini hanya 2 km dari Pantai Popoh, di sini Anda akan dapat menyaksikan para nelayan beraktivitas. Selain itu, wisatawan dapat menemukan industri rumah tangga dengan produk yang dihasilkan seperti berbagai ikan asin dan terasi yang telah dikemas rapi, serta siap untuk dibawa pulang sebagai buah tangan

Dari kampung nelayan di Pantai Sidem ini pula, dapat dinikmati PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dengan kemampuan sekitar 30 Mega Watt yang diresmikan oleh Bapak Menteri Pertambangan dan Energi, alm Ida Bagus Sudjana, pada tahun 1994. Kedua lokasi wisata pantai ini dapat dicapai melalui jalan darat yang telah beraspal dengan baik dan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari Kota Tulungagung.

Link: http://tulungagung.go.id/index.php/potensi-daerah/obyek-wisata/404-pantai-sidem

Candi Penampehan

Posted: April 23, 2011 in Wisata

Candi Penampehan yang terletak dilereng Gunung Wilis, Dusun Turi Desa Geger kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung merupakan candi Hindu kuno peninggalan kerajaan Mataram kuno dibangun pada tahun saka 820 atau 898 Masehi. Arti penampehan itu sendiri konon berasal dari Bahasa Jawa yang berarti antara penolakan dan penerimaan yang bersyarat demikian tafsirnya.

Candi penampehan merupakan candi pemujaan dengan tiga tahapan (teras) yang dipersembahkan untuk memuja Dewa Siwa, dimana konon peresmian candi ini dengan mengadakan pagelaran Wayang (ringgit). Selanjutnya era demi era pergolakan perebutan kekuasaan dan politik di tanah jawa berganti mulai dari kerajaan Mataram Kuno, Kediri, Singosari, hingga Majapahit sekitar abad 9-14 M, candi ini terus digunakan untuk bertemu dan memuja Tuhan, Sang Hyang Wenang.

Di dalam kompleks Candi terdapat beberapa Arca yaitu arca Siwa dan Dwarapala, tetapi karena ulah Manusia yang tidak mencintai dan menghargai Heritage dan legacy dari nenek moyang beberapa arca telah hilang dan rusak. Untuk mengamankan beberapa arca yang tersisa yaitu arca siwa sekarang diletakan di museum situs Purbakala Majapahit Trowulan Jawa timur.

Selain Arca terdapat sebuah prasasti kuno yaitu Prasasti Tinulat tertulis dengan menggunakan huruf Pallawa dengan stempel berbentuk lingkaran di bagian atas prasasti. Berdasarkan Penuturan Bu Winarti umur 44 Tahun, juru kunci Candi Penampehan, prasasti itu berkisah tentang Nama-nama raja Balitung, serta seorang yang bernama Mahesa lalatan, siapa dia? Sejarah lisan maupun artefak belum bisa menguaknya. Serta seorang putri yang konon bernama Putri Kilisuci dari Kerajaan Kediri. Selain menyebutkan nama, prasasti itu juga memberikan informasi tentang Catur Asrama yaitu sistem sosial masyarakat era itu di mana pengklasifikasian masyarakat (stratifikasi) berdasarkan kasta dalam agama Hindu yaitu Brahmana, Satria, Vaisya dan Sudra.

Masih di kompleks candi Penampehan terdapat 2 kolam kecil yang bernama Samudera Mantana (pemutaran air samudera), di mana menurut pengamatan empiris selama berpuluh-puluh oleh Bu Winarti, 2 kolam tersebut merupakan indikator keadaan air di Pulau Jawa. Kolam yang sebelah utara merupakan indikator keadaan air di Pulau Jawa bagian utara dan Kolam sebelah selatan merupakan indikator keadaan air di Pulau Jawa bagian selatan. Berdasarkan penuturan Bu Winarti, Apabila sumber air di kedua kolam tersebut kering berarti keadaan air dibawah menderita kekeringan, sebaliknya bila kedua atau salah satu kolam tersebut penuh air berarti keadaan air di bawah sedang banjir. (Sari Oktafiana)

Link: http://tulungagung.go.id/index.php/potensi-daerah/obyek-wisata/407-candi-penampehan

Pantai Coro

Posted: April 23, 2011 in Wisata

Pantai Coro Apa yang menarik dari pantai ini? Pantai yang memiliki panjang sekitar 400 meter, pasirnya berwarna putih, bersih, dan lembut. Menjadikan Pantai Coro tidak kalah dengan pantai lain yang ada di Jawa Timur. Selain itu daya tarik lain pada pantai yang berjarak sekitar 1,5 km timur padepokan “Retjo Sewu” adalah keberadaannya yang masih natural, belum banyak tergarap, serta ombak pantai juga tidak terlalu besar.

Lebih dari itu air laut pantai sangat jernih sehingga permukaan dasar laut bisa dilihat dengan mata telanjang, seperti semua karang dan tumbuhan laut.

Di pantai yang menurut cerita dulunya banyak hewan coro (kecoak), juga banyak sekali dijumpai batu karang, tumbuhan dan hewan laut. Pengunjung bisa melihat dengan jelas tumbuhan dan hewan laut hidup di batu-batu karang di sepanjang pantai yang berbentuk teluk tersebut. Dan semua itu akan lebih jelas terlihat ketika air laut mulai surut.

Bagi mereka yang suka mengoleksi aneka kulit kerang bisa datang ke tempat ini, karena banyak sekali jenis kulit kerang yang terdampar di bibir pantai, begitu juga dengan batu karang yang terdapat di hamparan pasir putih yang luas.

Link: http://tulungagung.go.id/index.php/potensi-daerah/obyek-wisata/406-pantai-coro

Pantai Klathak

Posted: April 23, 2011 in Wisata

Pantai Klathak adalah salah satu pantai kebanggaan Kabupaten Tulungagung. Pantai ini memiliki ombak yang fantastis dengan angin laut yang lembut. Para pengunjung dapat melakukan aktivitas laut di sini, seperti outbound, memancing, mandi matahari, olah raga, dll. Ada juga pedagang makanan dan minuman di sekitar pantai.

Berada di wilayah Desa Keboireng Kecamatan Besuki, pantai ini masih murni dan sangat alami, pemandangannya juga sangat indah. Akses ke pantai ini belum diaspal, sehingga hanya mengandalkan jalan makadam, sulit dilalui apalagi ketika musim hujan. Tapi, ketika sampai ke tujuan, akan membuat Anda enggan untuk meninggalkan pantai yang satu ini. Kunjungi dan menikmati Pantai Klathak di Kabupaten Tulungagung bersama keluarga maupun relasi Anda.

Link: http://tulungagung.go.id/index.php/potensi-daerah/obyek-wisata/408-pantai-klathak

Pantai Sine

Posted: April 23, 2011 in Wisata

Pantai yang terletak di Desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir atau sekitar kurang lebih 35 km kearah selatan dari kota Tulungagung ini mempunyai keindahan dan panorama alam yang begitu indah. Pantai Sine ini merupakan pantai bebas dengan ombak yang cukup besar selain itu Pantai Sine ini merupakan pantai alam berbentuk teluk di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung.

Di sebelah utara terdapat tebing dengan pancuran alami yang mana airnya berasal dari mata air di atasnya dan di sebelah selatan Pantai Sine terdapat hutan yang masih terlindungi dan keberadaan pasar ikan tradisional yang pastilah menambah keindahan Pantai Sine. Walaupun menghabiskan waktu yang lumayan lama dari pusat kota tetapi perjalanan menuju wisata Pantai ini sangatlah menyenangkan karena melewati pegunungan dan perbukitan yang sangat indah.

Selain menyajikan keindahan alami Pantai Sine ini juga menyajikan keragaman budaya lokal masyarakat sekitar, misalnya kesenian wayang kulit yang dipertunjukkan setiap tanggal satu suro, dan ada juga prosesi larung sesaji yang berguna untuk menangkal mara bahaya ataupun acara mencuci atau memandikan gaman seperti keris dan tombak dari para sesepuh masyarakat.

Link: http://tulungagung.go.id/index.php/potensi-daerah/obyek-wisata/409-pantai-sine

Pantai Popoh

Posted: April 23, 2011 in Wisata

Pantai Popoh adalah obyek wisata pantai yang terletak di pesisir Samudera Hindia Kabupaten Tulungagung. Pantai ini merupakan salah satu obyek wisata andalan Tulungagung. Kawasan Popoh berada di ujung timur Pegunungan Kidul.

Pantai popoh merupakan pantai yang telah dikembangkan dengan baik oleh P.R. Retjo Pentung. Akses menuju pantai popoh dapat ditempuh dengan aman dan nyaman melalui jalan aspal. Lokasinya kurang lebih 27 km dari pusat kota Tulungagung menuju arah pantai selatan.

Dalam perjalanan menuju objek wisata Pantai Indah Popoh ini para pelancong dapat mengunjungi sentra kerajinan batu onyx yang merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Tulungagung.

Pantai ini berbentuk teluk sehingga suasana tercipta suasana khas di dalamnya. Deburan ombak Laut Selatan yang penuh pesona magis, angin laut yang tidak begitu kuat, karang payung yang menyembul dari bawah laut, keindahan gunung disekitar teluk, dan dan “Reco Sewu” telah menjadi daya tarik utama pantai ini.

Di sekitar Pantai Popoh Indah juga terdapat penginapan yang langsung menghadap laut, selain itu juga ada pasar ikan, berbagai macam penjual souvenir, kebun binatang, dan taman bermain.

Link: http://tulungagung.go.id/index.php/potensi-daerah/obyek-wisata/405-pantai-popoh